CERITA RAKYAT:TIMUN MAS DAN BUTO IJO
Cerita rakyat Timun Mas dan Buto Ijo secara umum melibatkan tiga tokoh utama. Ketiganya adalah Timun Mas, Buto Ijo, dan seorang janda yang dikenal juga sebagai ibu dari Timun Mas. Untuk diketahui, mengingat cerita rakyat Timun Mas diceritakan secara turun-temurun dan tidak diketahui pengarangnya, maka ada banyak versi yang berkembang di kalangan masyarakat.
Dihimpun dari buku 'Kumpulan Cerita Klasik Indonesia' karya Lintang Pandu Pratiwi dan '86 Dongeng Ternama Indonesia' oleh Walidah Ariyani, kisah Timun Mas dan Buto Ijo bermula dari sebuah desa yang ditinggali oleh seorang wanita janda bernama Mbok Sirni. Orang-orang setempat menyebutnya sebagai Mbok Rondo.
Sebagai sosok janda yang hidup sendirian, Mbok Rondo sering kali kesepian. Dirinya mendambakan adanya seorang anak yang bisa menemani hari-harinya di masa tua nanti. Untuk itu, Mbok Rondo senantiasa memohon doa kepada Sang Pencipta agar diberikan anak agar dapat menemani dirinya.
Secara mengejutkan datang seorang raksasa yang disebut sebagai Buto Ijo. Si Buto Ijo mendatangi Mbok Rondo untuk memberikan seorang anak. Namun, Buto Ijo memberikan syarat agar saat anak tersebut sudah besar, harus dikembalikan lagi kepadanya.
Keinginan Mbok Rondo yang begitu besar untuk memiliki seorang anak membuatnya tak berpikir dua kali untuk menyetujui tawaran dari Buto Ijo. Kemudian Mbok Rondo mendapatkan bungkusan yang berisikan biji timun. Buto Ijo memberikan penjelasan kepada Mbok Rondo agar menanam biji timun tadi di pekarangan rumah.
Meskipun begitu, Buto Ijo tidak menjelaskan lebih lanjut tentang hal yang akan terjadi setelah biji timun tanam ditanam. Setelah itu, dirinya justru pergi begitu saja meninggalkan Mbok Rondo. Dipenuhi dengan rasa penasaran dan bingung, Mbok Rondo mengikuti penjelasan yang diberikan Buto Ijo.
Dirinya menanam biji timun itu di pekarangan. Tanpa diduga, hanya dalam waktu semalam biji timun tadi sudah tumbuh dan berbuah. Namun, buah yang dihasilkan dari tanaman itu justru sangat besar. Bahkan warna dari timun yang berbuah adalah kuning keemasan.
Mbok Rondo segera memetik timun tadi dan membawanya masuk ke rumah. Saat dibelah untuk melihat bagian dalamnya, Mbok Rondo dibuat kaget karena isinya ada bayi perempuan. Kebahagiaan Mbok Rondo seketika membuncah. Dirinya lalu memberi nama bayi itu sebagai Timun Mas, sesuai dengan asal dari bayi itu muncul.
Rasa sayang yang begitu besar yang diberikan oleh Mbok Rondo membuat Timun Mas tumbuh sebagai gadis yang manis, baik, dan cantik. Timun Mas juga menjadi anak yang berbakti karena membantu sang ibu setiap harinya. Kebahagiaan yang dirasakan oleh keduanya membuat Mbok Rondo lupa seketika akan janjinya kepada Buto Ijo.
Hingga akhirnya secara tiba-tiba Buto Ijo kembali muncul dan menagih janjinya kepada Mbok Rondo. Namun, kedatangan Buto Ijo sempat ditolak dengan alasan Timun Mas masih terlalu kecil untuk dibawa olehnya. Buto Ijo pun menyanggupi untuk menunggu beberapa waktu lagi.
Desakan Buto Ijo membuat Mbok Rondo tak bisa hidup dengan tenang. Ia terus-menerus berdoa kepada Sang Pencipta agar Timun Mas anaknya selalu diberikan perlindungan. Terutama dari kejaran raksasa Buto Ijo yang menginginkannya.
Suatu ketika saat sedang tidur, Mbok Rondo bermimpi didatangi oleh lelaki tua yang tak begitu jelas wajahnya. Pada saat itu sang lelaki tua memberikan empat bungkusan. Ia berpesan agar bungkusan tersebut diserahkan kepada Timun Mas. Keempat bungkusan tadi akan memberikan perlindungan bagi Timun Mas.
Saat terbangun Mbok Rondo terkejut karena bungkusan yang ada di mimpi benar-benar ada di samping dirinya tidur. Tanpa berpikir panjang, Mbok Rondo segera memberikan bungkusan tadi kepada Timun Mas, meski tak memahami isi dari bungkusan tersebut.
Raksasa Buto Ijo kembali datang ke rumah Mbok Rondo untuk mengambil Timun Mas. Namun, saat itu Timun Mas sudah pergi menyelamatkan dirinya. Buto Ijo yang marah langsung bergegas mengejar Timun Mas.
Selama perjalanan Timun Mas terus berdoa agar diberikan perlindungan oleh Sang Pencipta. Di tangannya digenggam empat bungkusan yang diberikan oleh sang ibu. Meskipun tak mengetahui isinya, Timun Mas berharap dapat melarikan diri dari kejaran Buto Ijo dengan bantuan bungkusan itu.
Raksasa Buto Ijo yang begitu besar berhasil mendekati Timun Mas yang tengah berlari tunggang langgang. Pada saat itulah Timun Mas melempar bungkusan pertama. Secara ajaib bungkusan tadi berubah menjadi tanaman timun yang amat banyak. Sulur-sulur tanaman timun yang mengikat kaki Buto Ijo bukanlah hal yang besar.
Dengan mudahnya Buto Ijo lolos dari tanaman timun yang rimbun itu. Bahkan dengan santainya si Buto Ijo menyantap timun yang berasal dari tanaman-tanaman tadi. Saat kembali mendekati Timun Mas, gadis ini kembali melemparkan bungkusan kedua.
Kali ini bungkusan berisi jarum-jarum kecil yang secara ajaib berubah menjadi pohon-pohon bambu yang rimbun dan runcing. Keberadaan pepohonan tadi menyulitkan Buto Ijo untuk lewat. Bahkan kaki Buto Ijo mengalami luka akibat bambu runcing tadi. Walaupun begitu, sang raksasa tidak menyerah begitu saja. Ia kembali mengejar Timun Mas.
Di sisi lain, Timun Mas kembali berjuang agar dapat lolos dari kejaran Buto Ijo. Siapa sangka kalau ternyata Buto Ijo muncul kembali dengan langkahnya yang begitu besar. Timun Mas yang dipenuhi dengan keberanian melemparkan bungkusan ketiga.
Bungkusan ketiga ternyata berisi garam. Tanpa butuh waktu yang lama, garam yang terlempar dan menyentuh tanah seketika berubah jadi danau yang begitu luas. Berbeda dengan rintangan sebelumnya yang mudah dilalui oleh Buto Ijo, sekarang dirinya justru kesulitan. Napasnya mulai terengah-engah dan dia juga cukup sulit keluar dari danau tadi.
Saat berhasil melaluinya, Timun Mas semakin menjauh. Namun, Buto Ijo tak mau diam begitu saja. Ia kembali berusaha mengejar Timun Mas meski kekuatannya semakin berkurang. Saat berhasil menggapai Timun Mas, ternyata gadis itu masih punya bungkusan terakhir. Isi dari bungkusan tersebut sebenarnya hanya berupa terasi saja.
Namun, saat terasi tadi jatuh di tanah, langsung berubah jadi lautan lumpur yang hitam dan besar. Raksasa Buto Ijo sudah terlanjur terjebak di dalamnya. Semakin bergerak dengan sekuat tenaga, maka lumpur itu malah semakin membuat tubuhnya tenggelam ke bawah.
Timun Mas yang juga merasakan lelah dan terengah-engah napasnya memandangi Buto Ijo dari kejauhan. Akhirnya, Buto Ijo tenggelam begitu saja di dalam lumpur tadi. Mengetahui hal itu Timun Mas segera bergegas kembali pulang ke rumah. Dirinya merasa bersyukur telah diberikan keselamatan dengan bisa lolos dari kejaran Buto Ijo.
Semenjak itu, Timun Mas berjanji akan terus menjaga ibunya dan tak henti berterima kasih kepada Sang Pencipta atas pertolongan yang diberikan. Inilah yang membuat kisah perjuangan dan keberanian Timun Mas membawanya pada keberhasilan berkat dukungan dari sang ibu serta bantuan yang diberikan Sang Pencipta
Komentar
Posting Komentar